You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Tahu Aksi Teror Sarinah dari Ajudan
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki Tahu Aksi Teror Sarinah dari Ajudan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku mengetahui adanya aksi pengeboman di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat dari pengawal pribadinya. Sebab saat itu, dirinya sedang memimpin rapat di Balai Kota DKI Jakarta.

Informasi awal dari pengawal saya. Karena saya lagi ada rapat tadi

"Informasi awal dari pengawal saya. Karena saya lagi ada rapat tadi," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/1).

5 Pelaku Aksi Pengeboman Tewas

Dikatakan Basuki, pihak kepolisian telah mengantisipasi kejadian seperti ini sejak tahun lalu. Dia menilai kepolisian sudah sangat tanggap dengan informasi tersebut.

"Sebetulnya kepolisian kita dari tahun lalu sudah mengantisipasi adanya kejadian ini. Tapi saya belum ada kepastian seperti apa. Kepolisian sudah sangat tanggap," ucapnya.

Namun,  jika berbentuk bom bunuh diri maka akan sulit terdeteksi. Karena harus dilakukan pemeriksaan secara rinci. Kendati demikian dirinya mengaku tidak akan menambah pengawal pribadi.

"Tapi kalau betul-betul bom bunuh dirikan susah mau nebak. Polisi mau minta periksa tas kamu kan susah. Saya kira setelah kejadian ini orang akan lebih tanggap. Aparat lebih tahu," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6799 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6179 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1412 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1327 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1248 personAldi Geri Lumban Tobing