You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       DKI Ambil Alih Pembebasan Lahan Enam Ruas Jalan Tol
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Basuki Usulkan Ambil Alih Pembebasan Lahan Enam Ruas Tol

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengambil alih pembebasan lahan pembangunan enam ruas jalan tol. Sebab pemerintah pusat lebih memilih untuk melakukan pembangunan di luar Jakarta. Hal ini juga untuk mempercepat pembangunan.

Jadi kami minta Presiden putuskan pembebasan lahan, maupun yang pusat untuk konsesi tol, dikasih ke DKI saja

"Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sekarang merasa duitnya lebih penting buat di luar kota nih, luar Jakarta," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/1).

Sehingga pihaknya mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengalihkan kewenangan pembelian lahan tersebut. Dengan usulan ini diharapkan pembangunan enam ruas jalan tol bisa segera dilakukan.

Pembangunan Enam Ruas Tol Terkendala Pembebasan Lahan

"Jadi kami minta Presiden putuskan pembebasan lahan, maupun yang pusat untuk konsesi tol, dikasih ke DKI saja," ucapnya.

Kendati demikian Basuki mengaku tidak mengetahui berapa anggaran untuk pembelian lahan tersebut. Sebab dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 pembelian lahan di DKI dialokasikan secara gelondongan.

 "Untuk pembelian tanah anggaran kami gelondongan. Saya nggak tahu, nggak ingat saya," ucapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5353 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1863 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1807 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1791 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1598 personAnita Karyati