You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Razia Kosan Harus Rutin
.
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Razia Kosan Harus Rutin

Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi memerintahkan seluruh lurah dan camat untuk melakukan pemantauan dan razia kamar kos secara rutin. Pendatang baru yang masuk ke wilayah, harus menyerahkan data diri secara lengkap.

Tidak boleh seperti pemadam. Saya tekankan kepada camat dan lurah terjadawal saja, dengan unit terkait dilakukan penertiban atau kontrol ke kontrakan kos-kosan

"Tidak boleh seperti pemadam. Saya tekankan kepada camat dan lurah terjadawal saja, dengan unit terkait dilakukan penertiban atau kontrol ke kontrakan dan kos-kosan," ujar Tri, Senin (18/1).

Menurut Tri, dengan program tersebut, bisa mencegah hal negatif yang timbul dari adanya pendatang baru di wilayah permukiman warga.

208 Rumah Kos di Jakarta Tak Berizin

"Tidak ada celah-celah untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Tri pun meminta kepada Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI serta Suku Dinas Pelayanan Pajak untuk mendata usaha kos yang ada di Jakarta Selatan. Sebab hingga kini masih banyak pengusaha rumah kos yang tidak terdaftar dan membayar retribusi.

"Kalau yang 10 kamar kita kenakan retribusi, kalau di bawah itu belum. Kita ingin yang lima kamar kena retribusi, jadi agak terkontrol," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Salip Jatim, Jakarta Pimpin Perolehan Medali Emas PON XXI

    access_time14-09-2024 remove_red_eye1219 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Klasemen Sementara PON XXI, Jakarta Terus Bayangi Jawa Timur

    access_time13-09-2024 remove_red_eye1107 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga Serbu Pasar Murah di Kelurahan Dukuh

    access_time18-09-2024 remove_red_eye1045 personNurito
  4. Ini Penerima DTKJ Award 2024

    access_time19-09-2024 remove_red_eye874 personTiyo Surya Sakti
  5. Heru Harap Transportasi Publik Jakarta Terintegrasi Menyeluruh

    access_time17-09-2024 remove_red_eye785 personBudhi Firmansyah Surapati