You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       Saluran Perumahan Elit Diminta Dicek
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Dewan Minta Penataan Saluran Jangkau Kawasan Elit

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI meminta penataan saluran air atau drainase yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama tidak hanya difokuskan pada kawasan kumuh saja, tetapi juga di perkantoran, perumahan elit dan mal-mal.

Artinya jangan cuma tempat kumuh saja yang salurannya dibongkar, tolong diperumahan mewah juga dicek

Sebab, tidak menutup kemungkinan di lapangan ada pengembang perumahan elit, perkantoran dan mal yang dengan sengaja menutup saluran air hingga menyebabkan genangan di jalan.

"Artinya jangan cuma tempat kumuh saja yang salurannya dibongkar, tolong di perumahan mewah juga dicek, jangan sampai mereka ambil keuntungan," ujar Steven Musa, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/1).

DPRD Minta Setiap Pulau Punya Pengolahan Air Bersih

Steven mencontohkan, saluran air yang disinyalir ditutup pengembang bisa dilihat di kawasan perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jl MH Thamrin. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta diminta bertindak tegas dan tidak takut membongkar saluran yang ditutup di kawasan jalan protokol tersebut.

"Kita apresiasi pekerjaan antisipasi banjir berupa penataan saluran. Tapi kita minta menyeluruh, jangan sampai tidak berani bongkar di kawasan elit," pintanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1829 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1390 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1070 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1055 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye973 personAnita Karyati