You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki: Harusnya Lurah Jadi Panutan
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki: Harusnya Lurah Jadi Panutan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku geram dengan tindakan lurah yang memalsukan prisesni. Seharusnya lurah bisa menjadi contoh yang baik dan panutan untuk anak buahnya.

Absen saja sudah berani nyuruh anak buahnya bohong, kira-kira anak buahnya ikut bohong nggak? Mustinya mereka jadi model, jadi panutan, ngawasin semua pegawai

"Absen saja sudah berani nyuruh anak buahnya bohong, kira-kira anak buahnya ikut bohong nggak? Mestinya mereka jadi model, jadi panutan, ngawasin semua pegawai," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/1).

Basuki menambahkan, jika lurah sudah mengajarkan berbohong, bukan tidak mungkin anak buahnya ikut berbohong. Jika hal itu terjadi maka sistem yang telah dibangun, tidak akan berjalan dengan baik.

Basuki Kantongi Pertimbangan Lain Pecat Lurah Kartini

"Kalau PPSU ikut bohong, ya rusak dong sistem saya. Kalau lurah sudah main nyuruh anak buahnya malsuin absen, anak buahnya akan ikut," katanya.

Basuki mengatakan, di Jakarta tidak memerlukan pejabat yang pintar, tetapi harus jujur. Sehingga mereka tidak akan mudah menerima sogokan dari oknum yang bermain.

"Yang paling penting di Jakarta itu, bukan soal pintar dan rajin lagi, yang penting jujur," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2539 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1353 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1105 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1098 personFakhrizal Fakhri
  5. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye805 personFakhrizal Fakhri