Januari, di Jakut Terjadi 82 Kasus DBD
Terhitung sejak 1-29 Januari 2016, angka penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Utara, mencapai 82 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus DBD paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Koja dengan jumlah 31 kasus.
Untuk menekan kasus DBD di Jakarta Utara, kita akan gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Muhammad Helmi mengatakan, belum genap satu bulan, angka DBD di wilayahnya telah mencapai sebanyak 82 kasus.
"Untuk menekan kasus DBD di Jakarta Utara, kita akan gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," katanya, Sabtu (30/1).
Dinilai Tidak Efektif, Puksemas Pancoran Bentuk Jumantik Mandiri//Muhammad menjelaskan, 82 kasus DBD di Jakarta Utara terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Priok dengan jumlah 20 kasus, Kecamatan Cilincing 13 kasus, Kecamatan Koja 31 kasus, Kecamatan Penjaringan delapan kasus, Kelapa Gading enam kasus dan Pademangan empat kasus.
"Kami akan lakukan larvasidasi berupa penaburan serbuk abate secara serentak pada hunian warga di 31 wilayah kelurahan di Jakarta Utara," ujarnya.
Meski angka DBD tinggi, lanjut Muhammad, di Jakarta Utara masih ada sejumlah wilayah yang dinyatakan terbebas dari penyakit tersebut. Di antaranya wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Lagoa, Tuju Selatan, Sunter Agung, Ancol, Kamal Muara, ‎Sungai Bambu dan Rawa Badak Selatan.
"PSN kita akan gencarkan dengan memerintahkan para kader juru pemantau jentik (Jumantik) untuk mengecek tempat-tempat penampungan air serta sosialisasi ke warga," tandasnya.