You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
100 Ekor Sapi Dari NTT Tiba Di Jakarta
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

100 Ekor Sapi NTT Tiba di ‎Jakarta

Sebanyak 100 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedatangan ratusan ekor sapi yang merupakan bentuk kerjasama pemenuhan pangan di DKI Jakarta, tiba menggunakan kapal khusus angkutan ternak, Cemara.

Sebenarnya kita minta 500 hanya karena terkendala jadwal maka kita dapat 100 saja

"Sebenarnya kita minta 500 hanya karena terkendala jadwal maka kita dapat 100 saja, ‎100 ekor lainnya milik PT Berdikari dan 300 lainnya diturunkan milik swasta di wilayah Cirebon," ujar Darjamuni, Kadis Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Selasa (9/2).

97 Persen Kebutuhan Sapi Jakarta Dari Impor

Jumlah sapi yang dikirim menurutnya memang masih sangat kurang. Apalagi saat ini kebutuhan daging di Jakarta mencapai 700 ekor perhari. Namun, karena hanya ada 1 kapal yang disiagakan, maka pengiriman baru dapat menunggu jadwal selanjutnya. 

Meski begitu, dalam waktu dekat Kementrian Perhubungan akan menambahkan enam kapal pengangkutan ternak. Bila sudah ditambah, Dia meyakini pengiriman akan lebih maksimal.

"Sebenarnya stok di daerah itu kan cukup banyak, hanya saja jadwal kapalnya yang belum pasti. Kita ingginnya sih dalam satu kapal 500 ekor itu semua milik DKI yang dikirim," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye952 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati