You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Minta Penyebab Genangan di Depan Istana Dicek
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki Minta Penyebab Genangan di Depan Istana Dicek

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta Dinas Tata Air segera mencari tahu penyebab genangan yang terjadi di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, tepatnya depan Istana Negara saat hujan turun mengguyur Ibukota sore tadi.

Makanya saya lagi suruh mereka cek alasanya apa tenggelam (tergenang)

"Makanya saya lagi suruh mereka cek alasanya apa tenggelam (tergenang)," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (9/2).

Basuki meminta agar genangan di depan Istana Negara yang terjadi hari ini tidak terulang kembali. Begitu pula dengan genangan lain yang muncul di sejumlah titik jalan di Ibukota.

Genangan Picu Kemacetan di Jakarta

"Di Jakarta Pusat juga kami tanya kenapa wilayah Cempaka Putih masih bisa kerendam, ternyata jalannya. Saya bilang cari dong sampahnya," tegasnya.

Seperti diketahui, terdapat genangan di setinggi 10 sentimeter di traffic light (TL) Istana. Genangan terjadi akibat hanya ada satu mulut air di sekitar. Alhasil, air pun lambat mengalir dari jalan ke saluran.

Namun genangan langsung surut saat hujan mulai reda. Genangan tersebut juga tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut, karena kendaraan masih bisa melintas seperti biasanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye10041 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1309 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1225 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1192 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye956 personBudhi Firmansyah Surapati