You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemilik Toko Resah, Lapak PKL Kuasai Jalan P Jayakarta
photo Folmer - Beritajakarta.id

PKL di Jl Pangeran Jayakarta Marak

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Pangeran Jayakarta, Taman Sari, Jakarta Barat resahkan pemilik toko.

Kami kesulitan karena akses menuju toko tertutup lapak PKL

Salah satu pemilik toko dikawasan Pangeran Jayakarta, Roby (45) mengatakan, pihaknya kesulitan memasuki toko apabila PKL mulai menggelar lapaknya.

"Kami kesulitan karena akses menuju toko tertutup lapak PKL," kata Roby, Kamis (11/2). 

Pekan Depan, 19 PKL Lokbin Nusa 1 Ambil Undian

Menjelang malam, posisi lapak PKL juga menganggu lalu lintas. Sehingga sepanjang Jalan Pangeran Jayakarta karena macet.

"Sepeda motor saja kalau melintas di sepanjang jalan ini, pasti kesulitan. Apalagi kalau mobil melintas, macet merayap," ungkapnya.

Senada dengan Roby, Agung (51), salah satu pemilik toko mengatakan, telah melaporkan PKL liar ini ke camat dan lurah. 

"Tapi, kenapa ya sampai sekarang belum ditindaklanjuti. Lagian, mereka tidak bayar retribusi apapun ke pemerintah daerah," tandasnya.

Dari pantauan Beritajakarta.com, Kamis (11/2) kondisi sepanjang Jalan Pangeran Jayakarta menjadi kotor, sampah berserakan hingga menimbulkan kesan kumuh. PKL tidak berjualan dipagi hari. Namun, lapak PKL dibiarkan di jalanan sehingga menutup toko di sepanjang Jalan Pangeran Jayakarta.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5174 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1830 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1770 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1677 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1553 personAnita Karyati