You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Antisipasi Pornografi HP Siswa SMPN 288 Dirazia
photo Suparni - Beritajakarta.id

Ponsel Siswa SMPN 288 Pulau Lancang Dirazia

Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia ponsel milik siswa SMPN 288 Pulau Lancang, Pulau Pari, Kepulauan Seribu Utara. Razia tersebut digelar untuk mencegah adanya konten buruk khususnya yang mengandung unsur pornografi dalam telepon genggam siswa sekolah.

Kami bekerjasama dengan pihak sekolah melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan siswa terutama handpone

"Kami bekerjasama dengan pihak sekolah melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan siswa terutama handphone," kata Murta'a, Lurah Pulau Pari, Selasa (16/2).

Menurut Murta'a, larangan siswa membawa telpon genggam ke sekolah sudah jelas dan diatur dalam aturan. Sebab, selain mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM), ponsel yang dimiliki siswa juga rentan dengan konten berisi pornografi dan pornoaksi.

Bus Sekolah Layani Siswa Disabilitas

"Kegiatan seperti ini akan dilakukan rutin sebulan sekali di wilayah Pulau Pari, untuk membentengi pelajar dari kenakalan remaja," ujarnya.

Dalam razia ini, petugas Satpol PP sempat menyita satu unit ponsel milik siswa SMPN 288. Namun setelah diperiksa, di ponsel siswa tersebut tidak ditemukan adanya konten berbahaya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6855 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6330 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1442 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1418 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1340 personAldi Geri Lumban Tobing