You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Belasan Lapak di Pancoran Dibongkar
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Belasan Lapak PKL di Pancoran Ditertibkan

Mereka bilangnya untuk ojek tapi ternyata untuk berdagang

Belasan lapak dan gerobak pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Pancoran ditertibkan. Mereka ditertibkan karena berada di atas saluran air dan bahu jalan.

Kasatgas Pol PP Kecamatan Pancoran, Hotman Silaen mengatakan, lapak-lapak tersebut diangkut petugas dari Jl Gedung Pusdiklat BPK, Jl Rawajati Timur I, Jl Rawajati Timur II, dan Jl Warung Jati Timur. Lapak-lapak semi permanen yang ditertibkan terdiri dari tiang besi tenda besar, besi penyangga, gubuk beserta alasnya, bangku dan rak kayu.

Trotoar Tanah Abang Kembali Dikuasai PKL

"Kita gabungan satpol kecamatan. Di Jalan Gedung Pusdikalt BPK itu gerobak ditaruh di trotoar, ditinggal begitu aja oleh pemiliknya. Di Rawajati Timur lapak-lapak itu menimbulkan kemacetan lalin, karena di belakang Kalibata Mal," katanya, Rabu (24/2).

Tidak cuma berdiri di bahu jalan, di beberapa titik, PKL menutup saluran dengan papan. Padahal, seperti saluran di dekat Komplek Kalibata Indah, seharusnya terbuka agar mudah dilakukan pembersihan.

"Akibatnya sampah menumpuk menghambat saluran. Papan kita bongkar. Nanti Kasatgas kelurahan lapor ke lurah biar PPSU ngangkut," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6847 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5675 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3257 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2123 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1892 personAnita Karyati