You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kampung Kandang, Semper Terendam Air
photo Suparni - Beritajakarta.id

Permukiman di Semper Barat Terendam

Permukiman Kampung Kandang di Jalan Taruna Jaya RT 13/04, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara masih tergenang dengan ketinggian 40-50 sentimeter.

Ini akibat tersumbatnya saluran di pintu air KBN Cakung pak, di sana saluran menyempit karena hanya menggunakan pipa, ditambah sampah warga yang menyumbat

Dari pantauan Beritajakarta.com, hingga pukul 13.30 air genangan masih merendam jalan dan juga beberapa permukiman sekitarnya. Namun ada delapan PHL Sudin Kebersihan Jakarta Utara yang berupaya untuk memperlancar aliran air menuju ke saluran agar genangan cepat surut.

"Kebersihan setiap hari kita lakukan. Ini akibat tersumbatnya saluran di pintu air KBN Cakung pak, di sana saluran menyempit karena hanya menggunakan pipa, ditambah sampah warga yang menyumbat," ujar Didik, PHL Sudin Kebersihan Jakarta Utara, Jumat (26/2).

Taman Sena Raya Tergenang

Menurutnya, genangan terjadi karena Kampung Kandang struktur tanahnya rendah, juga merupakan titik pertemuan air dari Kali Progo dan Kali Gubuk Genteng. Sementara saluran menuju pintu air KBN Cakung mengecil. Menyebabkan air berkumpul di Kampung Kandang.

Meluapnya Kali Progo tersebut juga menyebabkan genangan air di Jalan Komplek Pemadam Kebakaran (depan SMAN 92) hingga jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati