You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Mendekati Panen Raya, OP Beras Dihentikan
photo Doc - Beritajakarta.id

OP Beras Dihentikan Sementara

PT Food Station Tjipinang menghentikan sementara operasi pasar (OP) beras. Mengingat dalam waktu dekat akan berlangsung panen raya.

Ini diharapkan bisa memberikan keuntungan kepada petani, biar mereka bisa jualan dulu

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk sementara OP beras yang merupakan stok dari Badan Urusan Logistik (Bulog) dihentikan.

"Kami akan stop operasi pasar untuk beras dulu. Karena sekarang sudah memasuki panen raya," kata Arief, Rabu (9/3).

Jakbar akan Perbaiki Distribusi Raskin

Dia menambahkan OP beras hanya akan dilakukan di tempat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Sementara untuk ditempat lain dihentikan sementara.

"Ini diharapkan bisa memberikan keuntungan kepada petani, biar mereka bisa jualan dulu," ucapnya.

PT Food Station Tjipinang sendiri telah meminta tambahan stok beras kepada Bulog sebanyak 75 ribu ton. Permintaan tersebut untuk bisa menekan harga beras. Dengan cara itu, dinilai efektif untuk menekan harga.

Saat ini, stok beras dari Bulog baru terpakai 15 ribu ton. Sisanya akan tetap disimpan setelah panen raya berakhir. 

"Permintaan stok beras dari Bulog ini efektif, kami bisa tetap menjaga harga beras di angka Rp 8.500 sampai Rp 9.000 perkilogram," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1802 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1379 personDessy Suciati
  3. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1043 personDessy Suciati
  4. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1041 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye960 personAnita Karyati