You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengrajin Tahu yang Gunakan Formalin akan Ditutup
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Perajin Tahu yang Gunakan Formalin akan Ditutup

Perajin yang berada di bawah naungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) DKI Jakarta diminta tidak mencampur produknya dengan bahan berbahaya. Jika masih ditemukan, usaha tersebut akan ditutup.

Apabila KOPTI masih memproduksi walaupun sudah dapat teguran, kita akan tutup tempat produksi tahu dan tempenya

"Seperti tahu, kita sudah periksa ke KOPTI. Karena memang tahu ini paling utama, kita sudah melakukan pembinaan dan peneguran," ujar Irwandi, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, usai sidah produk makanan PKL Binaan di Mal Kota Kasablanka, Jumat (18/3).

Menurut Irwandi, apabila pembinaan dan peneguran tidak memberikan dampak positif, pihaknya akan memberikan sanki tegas dalam bentuk penutupan.

PKL Binaan di Mal Kokas Masih Gunakan Zat Kimia

"Ini akan dikenakan sanksi, dilakukan penindakakan untuk penutupan, ini sesuai arahan Gubernur. Apabila KOPTI masih memproduksi walaupun sudah dapat teguran, kita akan tutup tempat produksi tahu dan tempenya," tandasnya.

Sebelumnya, hasil uji lab terhadap 32 sampel yang diamankan dari PKL binaan di Beranda Nusantara Mal Kota Kasablanka, ditemukan empat jajanan siap konsumsi dengan kandung bahan berbahaya. Dua diantaranya yakni tahu gado-gado dan tahu pada siomay mengandung boraks dan formalin.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 103 Sekolah Swasta di Jakarta Gratis, Ini Daftarnya

    access_time24-04-2026 remove_red_eye29123 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Korsleting Diduga Picu Kebakaran Rumah di Lebak Bulus

    access_time24-04-2026 remove_red_eye1611 personTiyo Surya Sakti
  3. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1329 personNurito
  4. Satpol PP DKI Usulkan Penambahan Personel

    access_time24-04-2026 remove_red_eye1249 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. 150 Pelaku Usaha Industri Pariwisata di Jakpus Ikut Bimtek Pengelolaan Limbah

    access_time23-04-2026 remove_red_eye1226 personFolmer