You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kunjungan Wisatawan dari Tangerang ke Untung Jawa Menurun
photo Suparni - Beritajakarta.id

Kunjungan Wisatawan Tangerang ke Untung Jawa Menurun

Libur akhir pekan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Utara yang biasanya selalu padat, terutama wisatawan asal Tangerang, Banten menurun drastis. Ini akibat mahalnya tiket kapal penyebarangan dari Tangerang ke pulau tersebut.

Ini karena faktor kemahalan ongkos kapal dari Tanjung Pasir. Dari yang biasanya hanya Rp 30 ribu PP, kini menjadi Rp 50 ribu

"Ini karena faktor kemahalan ongkos kapal dari Tanjung Pasir. Dari yang biasanya hanya Rp 30 ribu PP, kini menjadi Rp 50 ribu. Padahal rutenya sangat pendek hanya sekitar 20 menit berlayar," ujar Badri Yosi, Lurah Kelurahan Pulau Untung Jawa, Senin (21/3).

Hal tersebut juga dampak dari tidak adanya dermaga di Tangerang yang dikelola secara serius seperti di Kali Adem.

Dermaga Pulau Tidung Butuh Kapal Pengumpan

"Kami sudah memberikan masukan kepada Pemkab Tangerang agar merapatkan dengan pihak terkait dermaga dan kemahalan tarif tersebut," tandasnya.

Menurut Badri, faktor lain turunnya jumlah wisatawan juga karena intensitas hujan yang masih tinggi di daratan Jakarta. Data wisatawan yang datang ke Pulau Untung Jawa pada Sabtu-Minggu kemarin hanya sebanyak 932 orang saja, padahal sebelumnya bisa mencapai 1.000 lebih pengunjung.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3459 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2349 personFakhrizal Fakhri
  3. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1190 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye939 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye928 personFakhrizal Fakhri