You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga Ingin Pasar Tradisional Di Pulau Seribu
photo Suparni - Beritajakarta.id

Warga Ingin Pasar Tradisional di Pulau Seribu

Terjadinya disparitas yang cukup tinggi harga kebutuhan pokok antara di daratan Jakarta dengan di Kepulauan Seribu adalah karena biaya angkut dari daratan ke pulau cukup tinggi. Masyarakat mengharapkan adanya pasar tradisional, yang menjual barang kebutuhan pokok lebih murah.

Inginnya ada pasar tradisional di sini biar murah, sama dengan di Jakarta daratan. Jadi tak perlu belanja jauh-jauh

Mila, warga RT 003/05 Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan warungnya, ia harus mengeluarkan biaya cukup besar.

"Inginnya ada pasar tradisional di sini biar murah, sama dengan di Jakarta daratan. Jadi tak perlu belanja jauh-jauh," ujarnya, Senin (2/5).

Pasar Murah Digelar di Kepulauan Seribu

Menurutnya perbedaan harga yang cukup tinggi antara di darat dengan di Pulau Seribu karena pedagang harus mengeluarkan biaya dobel, selain transportasi dari kapal di Muara angke lalu ke mobil, juga biaya angkut yang dihitung per dus.

"Beras Ramos misalnya kita beli di darat Rp 505 ribu berat 50 kilogram, di pulau kita jual Rp 575 ribu karena biaya macam-macam tadi. Kalau ada pasar kan nggak sampai begitu," tandasnya.

Sementara itu pasar murah yang digelar Pemkab Kepulauan Seribu hari Sabtu (30/4) lalu dinilai masih kurang mencukupi sehingga tidak semua warga kebagian dan dinilai bersifat sementara.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2479 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1301 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1044 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1042 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye872 personDessy Suciati