You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tren Pengaduan Masyarakat PTSP Dinilai Berkurang
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Aduan Soal Zonasi Masih Tinggi di PTSP

Sejumlah inovasi layanan membuat tren pengaduan masyarakat ke Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ‎(BPTSP) berkurang. Hal ini dinilai cukup baik untuk terus menambah program dan layanan bagi masyarakat.

Seiring dengan banyaknya inovasi yang BPTSP lakukan dan semakin mudahnya mengurus perizinan membuat pengaduan menurun

‎Kepala BPTSP DKI Jakarta, Edi Junaedi ‎mengatakan, sejak September-Desember 2015 tercatat ada 42 pengaduan. Sedangkan untuk Januari-April 2016 turun menjadi 21 pengaduan saja.

"Seiring dengan banyaknya inovasi yang BPTSP lakukan dan semakin mudahnya mengurus perizinan membuat pengaduan menurun," ujarnya, Kamis (5/5).

Layanan AJIB Kian Diminati Warga Jakarta

Menurutnya, sejumlah aduan dari masyarakat tentang zonasi masih tinggi. Di mana terdapat lokasi yang peruntukannya tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Jadi mau bangun usaha atau sekolah, sedangkan zonasinya tidak boleh, itu komplain yang sering kita jelaskan pada masyarakat," tandasnya.

Selain itu, ada juga warga yang sebelumnya sudah punya izin tapi tidak bisa diperpanjang karena tidak sesuai peruntukan. Menurutnya masyarakat harus menunggu hingga perubahan Perda ‎Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ‎)‎ yang akan ada perubahan 2017 mendatang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye7624 personNurito
  2. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1784 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1146 personDessy Suciati
  4. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1140 personFolmer
  5. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1022 personFakhrizal Fakhri