You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Parkir Liar di Depan TIM Dikeluhkan
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Parkir Liar di Depan TIM Dikeluhkan

Padahal masuk ke parkiran TIM masih cukup luas, jadi warganya diarahkan petugas parkir liar agar memarkirkan kendaraan di depan jalan

Warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Cikini Raya, Menteng tepatnya di depan Taman Ismail Marzuki mengeluhkan parkir liar yang kerap mengganggu arus lalu lintas setiap malamnya. ‎Pasalnya sejumlah juru parkir (jukir) liar mengarahkan kendaraan untuk parkir disepanjang jalan.

"Padahal masuk ke parkiran TIM masih cukup luas, jadi warganya diarahkan petugas parkir liar agar memarkirkan kendaraan di depan jalan," ujar Gita (25), salah seorang pengunjung, Minggu (15/5). 

Jukir Liar di Duren Sawit Dirazia

Imbas kendaraan parkir liar ini menyebabkan arus masuk kendaraan yang hendak ke TIM menjadi terganggu. Kemacetan juga terjadi pasalnya kendaraan parkir liar sampai menguasai tiga ruas jalan.

"Dalam kawasan TIM juga cukup banyak parkiran kosong juga. Kemacetan panjang sering terjadi setiap malamnya di sini," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak mengatakan, kendaraan parkir di jalan imbas ‎pengunjung kafe di depan kawasan TIM. Hal ini kerap dimanfaatkan jukir liar untuk mengambil keuntungan.

"Nanti untuk tindak lanjut akan dikoordinasikan dengan UP perparkiran," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1148 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1136 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye896 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye838 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye822 personBudhi Firmansyah Surapati