You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
5 Ribu Penyu Berhasil Direhabilitasi Setiap Tahun
photo Suparni - Beritajakarta.id

Setiap Tahun, 5.000 Penyu Direhabilitasi

Untuk mengatasi kepunahan penyu sisik dan penyu hijau di Kepulauan Seribu, Balai Taman Nasional Pulau Harapan terus melakukan rehabilitasi terhadap penyu di perairan Kepulauan Seribu wilayah utara.

Setahun sesuai anggaran kami dapat menyelamatkan sebanyak 5 ribu ekor penyu

"Setahun sesuai anggaran kami dapat menyelamatkan sebanyak 5.000 ekor penyu dari mulai menyelamatkan telur, menetaskan dan melepas liarkan tukik hingga dewasa," ujar Rudi Madandan, Polisi Hutan Penyelia, Taman Nasional Wilayah 2 Kepulauan Seribu Utara, Rabu (18/5).

Telur penyu dan penyu dewasa itu direhabilitasi dari Pulau Peteloran Barat dan Pulau Peteloran Timur.

Jokowi Kampanyekan Pelestarian Alam Pulau Seribu

"Dalam setahun masa bertelur dua kali, dan kami harus cepat untuk mengambil dan menyelamatkan telur-telur tersebut," tandasnya.

Ditambahkannya, dalam setahun, 5.000 penyu hasil rehabilitasi tersebut harus habis dilepas ke laut secara liar, baik melalui wisata edukasi bersama siswa maupun masyarakat secara rutin.

Selain merehabilitasi Penyu, pihak Taman Nasional Kepulauan Seribu juga melakukan pembibitan mangrove.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1148 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1060 personAnita Karyati
  3. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye889 personDessy Suciati
  4. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye887 personAnita Karyati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye841 personAnita Karyati