You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sampah di Jaksel Bertambah 121 Ton per Hari Selama Puasa
photo Doc - Beritajakarta.id

Sampah di Jaksel Bertambah 121 Ton Per Hari Selama Puasa

Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan mencatat terjadi peningkatan tonase sampah sekitar tujuh persen selama bulan Ramadan dibanding hari biasanya.

Jenis sampah yang meningkat kebanyakan berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Syarifudin mengatakan, rata-rata per hari tonase sampah pada bulan Januari-Mei 2016, yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang adalah 1.732 ton. Sedangkan rata-rata per hari tonase sampah selama bulan Ramadan yang masuk ke TPST Bantargebang dari Jakarta Selatan sebanyak adalah 1.853 ton, atau meningkat 121 ton per hari.

Sampah DKI Meningkat 463 Ton saat Ramadan

"Peningkatan sebesar tujuh persen selama bulan Ramadan. Jenis sampah yang meningkat kebanyakan berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya," kata Syarifudin, Selasa (5/6)

Dikatakan Syarifudin, meski ada peningkatan timbulan sampah saat Ramadan, keadaan demikian akan berbalik turun saat H-4 hingga H+4 lebaran, mengingat sudah dimulainya cuti bersama dan libur.

"Diperkirakan puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+5, H+6 dan H+7, setelah itu kembali ke rata-rata timbulan normal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11260 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1343 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1280 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1276 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye989 personBudhi Firmansyah Surapati