You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Perpustakaan Pemkot Jakpus
photo Andry - Beritajakarta.id

Ramadhan, Perpustakaan Sepi Pengunjung

Bulan Ramadhan ternyata mempengaruhi minat baca warga Jakarta Pusat. Buktinya, memasuki hari ke-10 puasa, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Pusat terbilang sepi pengunjung.

Pengunjung yang datang ke perpustakaan rata-rata  50-75 orang per hari

"Pengunjung yang datang ke perpustakaan rata-rata  50-75 orang per hari," ujar Ajang P Pinem, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Pusat, Selasa (8/7).

Ia mengatakan, minimnya kunjungan masyarakat bisa dimaklumi karena gedung Perpustakaan dan Arsip milik Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat ini baru beroperasi tiga bulan dan belum 100 persen rampung.

DKI Luncurkan 2 Truk Kontainer Perpustakaan Keliling

"Perpustakaan ini baru serah terima dan resmi beroperasi pada awal Mei lalu. Kita sebelumnya mengontrak di Jalan Kramat 5. Gedung ini belum selesai 100 persen, tapi kita sudah buka layanan," katanya.

Ajang mengungkapkan, perpustakaan yang dikelolanya ini memiliki koleksi buku mencapai 40.000 eksemplar. Puluhan ribu koleksi buku tersebut terdiri dari 60 persen buku fiksi dan 40 persen buku non fiksi. "Kalau dahulu, koleksi buku perpustakaan terbalik. Buku non fiksi lebih banyak," ucapnya.

Ajang menambahkan, masyarakat yang ingin meminjam buku harus membuat lebih dahulu kartu anggota dengan persyaratan fotokopi KTP dan pas foto. Minimal buku yang dipinjam berjumlah tiga eksemplar dan diberikan batas waktu selama sepekan.

"Maksimal tiga buku, batas waktu satu minggu," tuturnya.

Ia menjelaskan, jam operasional perpustakaan dimulai dari pukul 07.30-20.00 WIB. Sedangkan di bulan Ramadhan, perpustakaan dibuka dari pukul 08.00-20.00. "Kalau Sabtu-Minggu, kita buka jam 09.00 pagi sampai pukul 20.00," ungkapnya.

Ia mengemukakan, untuk meningkatkan jumlah pengunjung, pihaknya berencana akan membuat event di perpustakaan ini layaknya perpustakaan di negara-negara maju. Misalnya seperti perpustakaan di Taiwan yang membuat life library, life skill, dan konser musik.

"Ini kita mau buat fungsi perputakaan tidak sekadar untuk mencari referensi, tetapi juga ada fungsi rekreasi, interaksi. Mungkin dengan cara seperti itulah kita bisa menarik minat pengunjung," tukasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6719 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5656 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2696 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2102 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1869 personAnita Karyati