You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Genangan di Permukiman Pondok Pinang Hingga 1,5 Meter
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Genangan di Permukiman Pondok Pinang Hingga 1,5 Meter

Sebanyak enam RT di RW 05 Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, tergenang luapan Kali Pesanggarahan dengan kedalaman 50-150 sentimeter sejak Jumat (22/7) dini hari tadi.

Tadi pagi jam 07.00 bisa sampai seperut orang dewasa karena emang posisinya di pinggir, sekarang sudah mulai turun 120 sentimeter, kalau hujan lagi bisa naik lagi

Supri (35), warga RT 16 mengatakan, ketinggian genangan di lingkungannya bisa mencapai 1,5 meter. Sebab rumahnya persis di pinggir kali.

"Air mulai naik dari jam 04.00. Tadi pagi jam 07.00 bisa sampai seperut orang dewasa karena emang posisinya di pinggir, sekarang sudah mulai turun 120 sentimeter. Kalau hujan lagi bisa naik lagi," tutur Supri.

Dua RT di Kelurahan Cipulir Masih Terendam

Dikatakan Supri, baik dia maupun tetangganya merasa tidak perlu mengungsi ke posko pengungsian karena dinilai air akan surut tidak sampai sehari.

"Paling barang-barang aja yang diungsiin ke lantai atas, kita nungguin air turun di rumah atau nggak ke tempat tetangga yang posisinya lebih tinggi," ucap Supri.

Lurah Pondok Pinang, Hendi Nopriyadi mengatakan, RT yang masih tergenang itu yakni RT 10, 13, 14, 15, 16, dan RT 17.

"Kalau cuacanya mendukung bisa cepat surutnya, tiga jam surut. Tapi kita juga sudah siapkan tempat pengungsian bagi warga yang mau mengungsi," tandas Hendi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2059 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1036 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye934 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye823 personNurito