You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
400 Lubang Biopori di Buat di TPU Karet Bivak
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

400 Lubang Biopori Dibuat di TPU Karet Bivak

Sebanyak 400 lubang biopori dibuat Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak. Ini untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi di TPU tersebut.

Kita harap pembuatan lubang makam ini tidak ada genangan air lagi di musim penghujan

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Megantara mengatakan, pembuatan lubang biopori ini merupakan langkah yang positif. Sebab jika tidak ditangani, genangan yang terus menerus akan merusak makam-makam.

"Kita harap pembuatan lubang makam ini tidak ada genangan air lagi di musim penghujan," kata Bayu, di TPU Karet Bijak, Selasa (22/7).

Pelajar SMP di Jakut Buat Ratusan Lubang Biopori

Sementara, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat Munjirin Rasyid mengatakan, jika tidak semua area TPU dibuat lubang biopori yakni hanya sekitar dua hektare yang memang kontur tanah tersebut cekung.

"Pembuatan lubang dengan kedalaman 1,5 meter itu diharapkan 2-3 hari selasai. Petugas yang dikerahkan 150 orang" ujarnya.

Selain lubang biopori, lanjut Munjirin, pihaknya juga mengajukan kepada Dinas Tata Air DKI Jakarta untuk dibuatkan rumah pompa agar saat terjadi genangan air bisa disedot. "Saya sudah ajukan ke Dinas Tata untuk dibuatkan rumah pompa di sini," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2036 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1003 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye902 personFakhrizal Fakhri
  4. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye891 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Segera Renovasi Jakarta Islamic Centre

    access_time16-07-2026 remove_red_eye783 personFakhrizal Fakhri