You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Festival Kampung Tanah Tinggi Dapat Menekan Angka Kriminalitas
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Festival Kampung Tanah Tinggi Bisa Mencegah Tawuran

Penyelenggaraan Festival Kampung Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat menjadi sarana menekan angka tawuran antar warga. Peletarian budaya Betawi, dapat mempersatukan dua kelompok warga yang kerap berlaku anarkis.

Disamping pelestarian budaya Betawi, ya untuk menekan tingkat kriminalitas. Karena di sini tingkat berantem, tawuran sangat tinggi

"Disamping pelestarian budaya Betawi, ya untuk menekan tingkat kriminalitas. Karena di sini tingkat berantem, tawuran sangat tinggi," ujar Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat membuka festival yang diselenggarakan di Jalan Kramat Pulo Gundul, Sabtu (19/8).

Menurut Djarot, dengan kesamaan keinginan melestarikan budaya Betawi bisa menjalin silaturahmi. "Sehingga kita bisa juga menekan tingkat kriminalitas‎ terutama juga peredaran narkoba," tuturnya.‎

Isu Tawuran Jadi Celah Peredaran Narkoba

Djarot pun mendukung jika acara tersebut diagendakan rutin setiap tahun. Hanya saja ada syarat yg harus dipenuhi warga.

"‎Saya setuju setiap tahun, tapi dengan catatan mereka yang bersedia kalau pengen bersih jangan buang sampah sembarangan‎," tandasnya.

Dalam festival yang akan diselenggarakan hingga Minggu (21/8) besok, ditampilkan berbagai kesenian Betawi. Jajanan kuliner serta berbagai macam hasil kerajinan tangan pun bisa dilihat oleh warga di sana.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1155 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1141 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye902 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye871 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye827 personBudhi Firmansyah Surapati