You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penghijauan Lahan di Rawajati Mulai Dilakukan
photo Suparni - Beritajakarta.id

Penghijauan Lahan di Rawajati Mulai Dilakukan

Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Selatan mulai melakukan penghijauan di lahan bekas penertiban Rawajati, Pancoran. Puluhan pohon sudah tertanam, meskipun masih butuh penataan.

Tugas kami untuk menanam dan mempercantik, sehingga nantinya dapat menambah paru-paru kota. Dan fungsi utamanya untuk ruang terbuka hijau

"Tugas kami untuk menanam dan mempercantik, sehingga nantinya dapat menambah paru-paru kota. Dan fungsi utamanya untuk ruang terbuka hijau," ujar Muhammad Iqbal, Kepala Suku Dinas Pertamanan Dan Pemakaman Jakarta Selatan, Jumat (9/9).

Menurutnya, tumpukan tanah merah yang digunakan sebagai media tanam di lokasi berasal dari makam fiktif yang dibongkar dari TPU Tanah Kusir. "Tanahnya dari Tanah Kusir, bekas makam fiktif. Kalau tanamannya kita punya kebon bibit sendiri jadi hemat anggaran," tandasnya.

Petugas Gabungan Buka Blokir Jl Rawajati Barat

Sementara itu diakui kendala saat ini yaitu masih banyak tembok lantai atau pondasi yang menutup hampir seluruh lahan jadi harus dikerjakan secara manual.

Pantauan Beritajakarta.com saat ini sudah ada 24 pohon kamboja tertanam di lahan kosong. Selain itu ada pohon yang sudah di lokasi siap tanam diantaranya pohon glodakan tiang, bintaro, anjuang kribo dan umbi-umbian.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5202 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1836 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1775 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1732 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1564 personAnita Karyati