You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Debit Air Tinggi, Pengerukan Kali Cipinang Dihentikan
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pengerukan Kali Cipinang di Halim Dihentikan Sementara

Kegiatan pengerukan di Kali Cipinang, Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur terpaksa dihentikan sementara akibat tingginya debit air di kali tersebut.

Karena debit airnya tinggi, Kali Cipinang menjadi naik. Makanya pengerukan kali dihentikan

"Karena debit airnya tinggi, Kali Cipinang menjadi naik. Makanya pengerukan kali dihentikan demi mencegah hal yang tak diinginkan," kata Bambang Musyawardana, Wali Kota Jakarta Timur di lokasi, Senin (19/9).

Menurut Bambang, pengerukan di kali ini dilakukan untuk mengatasi genangan di permukiman warga bantaran kali sekitar. Khususnya, warga yang tinggal di kawasan Halim Perdanakusuma.

Korban Tenggelam di Kali Cipinang Ditemukan Tewas

"Selama alat berat bisa masuk, pengerukan terus dilakukan sambil menunggu proses pembebasan lahan selesai," tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Timur Dinas Tata Air DKI Jakarta, Maryana mengatakan, kegiatan pengerukan Kali Cipinang di kawasan Halim Perdanakusuma, bukan pengerjaan yang dilakukan jajarannya.

"Kemungkinan itu dikerjakan Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur, Ahmad Yazied Bustomi tidak dapat dikonfirmasi baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6153 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1399 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1276 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1272 personAnita Karyati