You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki: Pramuka Tingkatkan Disiplin Anak
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Jika Jadi Gubernur, Ahok Ingin Wagub Berpengalaman

Jika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menginginkan wakil yang berpengalaman. Dengan demikian, akan bisa meringankan beban kerja dan dapat mengimbangi kinerjanya yang cepat.

Kalau boleh pilih sih, aku pilih Djarot atau Bambang DH. Jadi pengalaman, pilih bekas kepala daerah. Walikota pengalaman ngurus kota. Djarot mantan Walikota Blitar, Bambang DH Wakil Walikota Surabaya, lebih pengalaman

Beberapa nama mantan kepala daerah pun disebut oleh Basuki untuk menjadikan wakilnya. Seperti mantan Walikota Blitar Djarot Saiful Hidayat dan mantan Wakil Walikota Surabaya Bambang DH. Keduanya dianggap berpengalaman dalam memimpin suatu daerah.

Transparansi untuk Kuatkan Pondasi Pemprov DKI

"Kalau boleh pilih sih, aku pilih Djarot atau Bambang DH. Jadi pengalaman, pilih bekas kepala daerah. Walikota pengalaman ngurus kota. Djarot mantan Walikota Blitar, Bambang DH Wakil Walikota Surabaya, lebih pengalaman," kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (22/7).

Kendati demikian, Basuki tetap menyerahkan nama-nama wakil gubernur kepada kedua partai pengusung. Karena partai pengusung lah yang berhak mengajukan dua nama kepada DPRD DKI Jakarta. "Saya tidak tahu, tergantung PDIP," ujarnya.

Namun, jika PDIP mengajukan nama Boy Sadikin sebagai wakil gubernur, Basuki juga tidak menolaknya. Dirinya menilai Boy juga memiliki pengalaman menjadi Wakil DPRD DKI Jakarta. "PDIP bisa saja Pak Boy Sadikin, dia juga pengalaman jadi Wakil Ketua DPRD. Saya kerjasama dengan Boy juga baik. Terserahlah," ucapnya.

Bahkan, jika polemik pemilihan wakil gubernur terus berlanjut, Basuki berseloroh akan memilih Dian Sastro sebagai wakilnya. "Masalahnya Gerindra ikhlas tidak kasih semua namanya ke PDIP. Saya pilih Dian Sastro saja, kan dia juga pinter. Orang UI (Universitas Indonesia) Sosiologi," selorohnya.

Menurut Ahok, sapaan akrabnya, dirinya tak akan menolak jika wakil yang diajukan perempuan. Namun dirinya tak mau jika yang diajukan adalah Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. Karena Ahok menganggap Risma terlalu galak. "Kita cari perempuan saja yang menyejukkan. Tapi jangan Bu Risma, terlalu galak dia. Ha-ha-ha," candanya.

Ketika menjadi gubernur kelak, Basuki berharap sosok pendamping yang dapat meredam emosinya. Sama seperti saat Jokowi-Basuki menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Apabila gaya Basuki ceplas ceplos di dalam memimpin ibu kota, maka Jokowi memiliki sifat yang lebih tenang.

Diakui Ahok, kedua partai pengusung yakni PDIP dan Gerindra, kini dalam keadaan yang tidak sepaham. Berdasarkan penafsiran Basuki, dalam memilih Wagub, Gerindra merasa harus ada satu dari dua calon yang diajukan kepada DPRD. Namun PDIP merasa dua calon itu harus dari mereka.

Nantinya, dari nama yang diajukan anggota DPRD akan memilih satu dari dua calon Wakil Gubernur DKI melalui voting. Pelantikan Wakil Gubernur DKI yang baru akan diputuskan melalui Sidang Paripurna DPRD DKI. Tanpa tanda tangan Prabowo, PDIP tidak bisa mencalonkan Wakil Gubernur. Begitu pula sebaliknya, jika tidak ada tanda tangan Megawati, Partai Gerindra tidak dapat mencalonkan Wakil Gubernur.

"Nanti yang memilih wagub baru itu anggota DPRD DKI yang baru. Karena Agustus sudah pelantikan anggota baru," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1353 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1207 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye995 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye965 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye788 personFakhrizal Fakhri
close