You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dua Pohon Tumbang Tutupi Jl Bina Marga
photo Nurito - Beritajakarta.id

Dua Pohon Tumbang Tutupi Jl Bina Marga

Hujan deras disertai angin kencang, menyebabkan sedikitnya dua pohon tumbang di Jalan Bina Marga Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (4/12) sekitar pukul 13.15.  Kedua pohon itu sempat menutupi badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

Pohon tumbang karena cuaca memang cukup ekstrim. Hujan disertai tiupan angin kencang

Dua pohon jenis angsana yang tumbang masing-masing berdiameter sekitar 50 sentimeter dan tinggi sekitar 15 meter.

Kendaraan dari arah Cipayung menuju Ceger maupun arah sebaliknya mengalami kemacetan.  Banyak kendaraan yang berputar arah untuk mencari jalan alternatif.

Angin Kencang Sebabkan 19 Pohon Tumbang dan Sempal

Kasi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan, untuk evakuasi dua pohon tumbang itu, pihaknya mengerahkan delapan personel. Petugas langsung memotong batang pohon menjadi beberapa bagian menggunakan dua gergaji mesin.

"Pohon tumbang karena cuaca memang cukup ekstrim. Hujan disertai tiupan angin kencang. Namun pohon tidak menimpa kendaraan yang melintas," kata Gatot, Minggu (4/12).

Hingga pukul 14.00 petugas masih melakukan evakuasi batang pohon. Sejumlah petugas PPSU juga turut dilibatkan untuk evakuasi pohon tumbang tersebut.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6733 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5661 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2775 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2107 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1873 personAnita Karyati