You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Terminal Pulogebang Masih Sepi Penumpang
photo Nurito - Beritajakarta.id

Terminal Pulogebang Masih Sepi Penumpang

Sejumlah pengurus Perusahaan Otobus (PO) dan awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengeluhkan kondisi Terminal Pulogebang yang sampai kini masih sepi penumpang.

Kondisinya masih sepi sekali. Kadang penumpang hanya empat orang

Nanang (43), salah seorang pengurus PO Bus Akas Asri jurusan Jakarta-Surabaya-Jember mengaku setiap harinya hanya mengangkut 4-15 orang penumpang ke berbagai tujuan.

"Kondisinya masih sepi sekali. Kadang penumpang hanya empat orang. Tapi tetap kita antarkan ke tempat tujuan," katanya di lokasi, Rabu (7/12).

Sistem IT di Terminal Pulogebang Diidentifikasi

Ia menuturkan, sepinya penumpang di terminal terpadu ini akibat masih beroperasinya terminal bayangan di luar areal terminal. Selain itu akses jalan menuju terminal juga sangat sempit sehingga enggan dijangkau para penumpang.

Saat dikonfrimasi, Kasatpel Operasional Terminal Pulogebang, Piten Sagala membenarkan, kondisi terminal ini masih sepi penumpang. Hal tersebut dinilai terjadi akibat akses menuju terminal masih kurang ditambah belum beroperasinya kios di dalam terminal.

"Kondisinya ya memang masih begini. Harusnya memang akses jalan diperlebar dan semua kios beroperasi. Sehingga terminal menjadi ramai," tandasnya

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6913 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5681 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3618 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2134 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1897 personAnita Karyati