You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
JKN, Sudinkes Jaksel Targetkan Warga di Permukiman Kupat
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Jaksel Upayakan Warga di Permukiman Padat Dapat JKN

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan akan terus mengusahakan agar warga yang berada di permukiman kumuh padat (Kupat) dan kumuh miskin (Kumis) bisa mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Mudah-mudahan nanti di tahun 2017-2018 semua bisa ter-cover semua

"Mudah-mudahan nanti di tahun 2017-2018 semua bisa ter-cover semua. Yang saat ini baru sekitar 60 persen," ujar Henny F Fachrudin, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Jumat (6/1).

Namun, Henny hingga saat ini belum bisa merilis angka pasti warga yang mendapatkan jaminan dari BPJS Kesehatan. Sebab masih dalam proses evaluasi oleh puskesmas yang berada di tingkat kelurahan dan kecamatan.

DKI-BPJS Kesehatan Perpanjang Perjanjian Kerja Sama

"Tapi saya sendiri belum bisa sebut angka pastinya karena belum dievaluasi. Masih proses menunggu dari puskesmas-puskesmas antara yang ter-cover BPJS dan ter-cover pelayanannya," tandasnya.

Untuk itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi sekaligus pendataan yang dilakukan sekaligus bersama pelayanan Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6711 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5653 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2657 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2097 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1866 personAnita Karyati