You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Sumarsono: Terminal Pulogebang Masih Perlu Dibenahi
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Sumarsono: Terminal Pulogebang Masih Perlu Dibenahi

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan, masih ada kekurangan di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, yang perlu dibenahi. Kekurangan tersebut lebih disebabkan masalah anggaran.

Anggaran pemeliharaan ada di Disnas Perhubungan (Dishub). Tapi, karena ini APBD baru, belum ada yang teken

"Anggaran pemeliharaan ada di Disnas Perhubungan (Dishub). Tapi, karena ini APBD baru, belum ada yang tandatangani. Jadi sekarang ya seadanya dulu," kata Sumarsono, Senin (9/1).

Sumarsono menambahkan, beberapa kekurangan yang masih harus diperbaiki di Terminal Terpadu Pulogebang diantaranya, penambahan tenaga keamanan dan kebersihan. Kemudian, pendingin ruangan belum seluruhnya menyala atau siap dioperasikan.

Terminal Pulogebang Resmi Jadi Percontohan di Indonesia

Selain itu, lanjut Sumarsono, fasilitas IT yang ada juga perlu dilengkapi. Termasuk rambu lalu lintas juga perlu dirapikan baik yang ada di  area dalam maupun di luar terminal. Sehingga, sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan mobil pribadi tidak kebingungan.

"Kebersihan toilet juga harus menjadi perhatian. Hanya, memang saat ini tenaga kerjanya masih kurang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye1364 personAnita Karyati
  2. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1213 personFolmer
  3. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1117 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye938 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye915 personAnita Karyati