You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pintu Air Karet Siaga 3
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

BPBD Pantau Kondisi Pintu Air

Hujan deras yang mengguyur wilayah Ibukota pada Selasa (11/4) malam membuat debit air di beberapa pintu air meningkat. Salah satunya Pintu Air Karet yang saat ini berstatus siaga 3 dengan ketinggian air 480 sentimeter.

Pada pukul 06.00 Pintu Air Karet siaga 3

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Husen Murad mengatakan, pagi hari ini Pintu Air Karet berstatus siaga 3. Sementara pintu air lainnya dalam kondisi aman atau siaga 4.

"Pada pukul 06.00 Pintu Air Karet siaga 3. Namun kondisi pintu air lainnya normal," katanya, Rabu (12/4).

Pintu Air Karet dan Krukut Hulu Siaga 3

Ia menuturkan, sebelumnya pada pukul 05.00 kondisi Pintu Air Pasar Ikan juga berstatus siaga 3 dengan ketinggian 170 sentimeter. Namun ketinggian air di pintu air tersebut saat ini sudah turun menjadi 165 sentimeter.

"Kami akan terus pantau kondisi pintu air dan menginformasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Husen menyampaikan, wilayah yang akan terdampak naiknya debit air di Pintu Air Karet di antaranya Karet Tengsin, Pejompongan dan Bendungan Hilir.

Berdasarkan data terakhir, pintu air lainnya yang masih berstatus siaga 4 meliputi Pintu Air Manggarai, Angke Hulu, Bendung Katulampa, Depok, Krukut Hulu.

Kemudian Pintu Air Pesanggrahan, Waduk Pluit, Pasar Ikan, Cipinang Hulu, Pulo Gadung dan Sunter Hulu.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12309 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1370 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1352 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1308 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1014 personBudhi Firmansyah Surapati