You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pertumbuhan Ekonomi DKI di Bulan April Capai Deflasi
photo Budi Firmansyah - Beritajakarta.id

April, Deflasi di Jakarta 0,02 Persen

Tren laju inflasi di DKI Jakarta sejak awal tahun hingga April terus mengalami penurunan. Bahkan, pada April lalu, deflasi di DKI tercatat sebesar 0,02 persen. 

Kalau kita meminta masyarakat membatasi demand kan tidak mungkin.

Angka ini  lebih tinggi dari statistik nasional yang membukukan inflasi 0,09 persen. 

Tren Inflasi di DKI Triwulan Pertama 2017 Terus Menurun

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Thoman Pardosi mengatakan, kondisi positif perekonomian di Jakarta banyak dipengaruhi pasokan bahan makanan yang terjaga. Sehingga tren harga di pasaran terus menurun dan menyumbang inflasi hingga -1,14 persen.

"Seperti harga cabai yang sempat menembus Rp 115 ribu kini turun sekitar 45 persen. Selain itu, kelompok kesehatan juga menyumbang inflasi-0,22 persen," katanya, Selasa (2/5).

Menjelang Ramadan pada akhir Mei mendatang, lanjut Thoman, pasokan bahan makanan harus diwaspadai agar tidak terjadi kelangkaan stok di pasaran. Sehingga kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang potensial memicu inflasi dapat diimbangi pasokan bahan makanan yang terjaga.

"Kalau kita meminta masyarakat membatasi demand kan tidak mungkin. Yang harus dilakukan pemerintah menjaga suplai," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6944 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5692 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3775 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2141 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1910 personAnita Karyati