You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dipo Pasar Minggu di Tutup, Warga di Larang Membuang sampah
photo Wuri Setyaningsih - Beritajakarta.id

Depo Sampah di Blok C Pasar Minggu Ditutup

Depo sampah di dekat Lokasi binaan (Lokbin) Blok C Pasar Minggu resmi ditutup mulai Kamis (18/5) hari ini. Pembersihan pun dilakukan oleh petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Sudah kami tutup hari ini. Langsung kita bersihkan

"Sudah kami tutup hari ini. Langsung kita bersihkan," ujar Syarifudin, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Ia mengatakan, dikerahkan 35 unit truk pengangkut sampah dengan kapasitas masing-masing 10 ton untuk pembersihan hari ini. "Hari ini sudah harus bersih. Sampah-sampah ini akan kami angkut ke TPS di Kecamatan Pasar Minggu," tuturnya.

Pembangunan Lokbin Blok C Pasar Minggu Rampung

Dari pantauan Beritajakarta.id, lebih dari 15 petugas dan juga alat berat dikerahkan untuk proses pembersihan. Depo tersebut ditutup karena pada 22 Mei mendatang, Lokbin di Blok C Pasar Minggu akan diresmikan. Spanduk larangan membuang sampah juga telah dipasang petugas.

Sementara itu Kasatgas Pol PP Kecamatan Pasar Minggu, Patar Maruli Tua mengatakan, untuk membantu mengawasi depo tersebut pihaknya menyiapkan 10 personel.

"Dibagi dua shift. Kami juga membantu melakukan sosialisasi ke warga untuk tidak membuang sampah sembarangan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6926 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5685 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3661 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2135 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1902 personAnita Karyati