You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Olah TKP, Terminal Kampung Melayu Ditutup Sementara
photo Nurito - Beritajakarta.id

Terminal Kampung Melayu Ditutup Sementara

Terminal Kampung Melayu Jatinegara, Jakarta Timur ditutup sementara, setelah peristiwa ledakan bom semalam. Ini dilakukan untukkelancaran proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian.

Karena kondisi terminal harus steril dari aktivitas, maka operasional terminal kita tutup sementara

Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, olah TKP yang dilakukan sejak tadi malam belum selesai. Polisi akan melanjutkan olah TKP pada hari ini.

"Kepolisian sudah melaksanakan olah TKP, sebagai upaya mengidentifikasi pelaku dan motifnya. Karena kondisi terminal harus steril dari aktivitas, maka operasional terminal kita tutup sementara," ujar Sigit, Kamis (25/5).

Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Dua Orang Tewas

Terminal ini akan dibuka kembali setelah olah TKP kepolisian selesai atau pada sore nanti. Sehingga terminal dapat dioperasikan kembali paling cepat pada Kamis malam atau Jumat (26/5) pagi.

Sementara Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI, Mohammad Faisol menambahkan, agar benar-benar steril, pihaknya akan memasang beton MCB keliling di areal terminal. Terutama pada garis polisi yang dipasang keliling terminal.

"Kita akan pasangi beton MCB atau traffic cone di areal terminal. Agar proses olah TKP berjalan lancar," tandas Faisol.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1183 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati