You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lalu Lintas di Fly Over Kampung Melayu Ditutup
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Jalur Flyover Kampung Melayu Ditutup

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Kamis (25), menutup jalur lalu lintas Flyover Kampung Melayu. 

Rencananya Puslabfor mau lakukan identifikasi.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, penutupan lalu lintas untuk mengantisapi kemacetan dan sterilisasi di sekitar Terminal Kampung Melayu,  saat polisi melakukan penelitian di lokasi.

Pemprov DKI Tanggung Biaya Perawatan Korban Bom Kampung Melayu

"Rencananya Puslabfor mau lakukan identifikasi. Makanya kita tutup hingga proses selesai," katanya.

Dikatakan Andri, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan  kendaraan dari Jl Abdullah Syafei menuju Jl Basuki Rahmat  melalui jalan di bawah flyover untuk berputar di Jalan Jatinegara Barat lalu ke Jl Jatinegara Timur untuk kembali ke Jl Basuki Rahmat.

Sebaliknya arus lalu lintas dari Jl Basuki Rahmat menuju Jl Abdullah Syafei,  diarahkan berputar di Jl Otista untuk selanjutnya masuk ke Jl Abdullah Syafei tepat di depan Terminal Kampung Melayu.

Untuk mengatur lalu lintas sebanyak 30 personel Dishub diperbantukan. Selain ditempatkan di titik penutupan, petugas juga disebar ke sejumlah lokasi yang potensial terjadi kemacetan dampak penutupan.

"Kita belum tahu sampai kapan penutupan. Kita menunggu pihak kepolisian selesai melakukan olah TKP," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1205 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1197 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye961 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye865 personBudhi Firmansyah Surapati