You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Terminal Kalideres Masih Dibanjiri Pemudik
photo Folmer - Beritajakarta.id

Terminal Kalideres Masih Ramai Pemudik

Memasuki H+3 Idul Fitri, atau Rabu (28/6), terminal bus Kalideres, Jakarta Barat, masih dibanjiri ratusan pemudik.

Total penumpang yang diberangkatkan sejak hari raya hingga siang ini sebanyak 3.853 orang

Dari pantauan Beritajakarta, ratusan penumpang tampak masih menunggu bus yang menuju ke sejumlah kota di Pulau Sumatera dan Jawa Tengah. 

Terminal Kalideres Berangkatkan 42.834 Pemudik

Berdasarkan data kantor Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, sejak Rabu (28/6) pukul 00.00 hingga 13.00, tercatat sebanyak 573 penumpang telah diberangkatkan menggunakan 83 armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)

"Total penumpang yang diberangkatkan sejak hari raya hingga siang ini sebanyak 3.853 orang," kata Revi Zulkarnaen, Kepala Satuan Pelaksana Terminal Kalideres. 

Sementara, sambung Revi, penumpang yang tiba di Terminal Kalideres sejak Rabu dinihari hingga siang ini tercatat sebanyak 714 orang. 

"Total, jumlah penumpang yang tiba di terminal sejak hari raya hingga Rabu siang tercatat sebanyak 4.922 orang," katanya. 

Yani (36), warga Kalideres yang hendak mudik ke Lampung mengungkapkan, sengaja pulang ke kampung halaman setelah hari raya untuk menghindari kemacetan. 

"Cuti kerja sudah sebelum lebaran, tapi karena menghindari macet saya memilih pulang hari ini," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11297 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1344 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1282 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1278 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye990 personBudhi Firmansyah Surapati