You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
574.964 Orang Kunjungi 11 Lokasi Wisata Selama Libur Panjang
photo Doc - Beritajakarta.id

574.964 Orang Kunjungi 11 Lokasi Wisata Selama Libur Panjang

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 574.964 wisatawan mengunjungi 11 lokasi wisata di Ibukota selama libur panjang, 23 Juni hingga 2 Juli kemarin. 

Total jumlah pengunjung itu belum ditambah Monas pada 2 Juli lalu.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Pariwisata Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali mengatakan, pihaknya berencana meningkatkan sarana amenitas dan aksebilitas di sejumlah obyek wisata agar bisa memberikan kenyamanan pengunjung.

Museum Nasional Ramai Pengunjung

"Dengan banyaknya pengunjung kita membutuhkan peningkatan sarana amenitas dan aksebilitas seperti toilet, tempat sampah dan musala untuk menjaga kenyamanan," katanya, Selasa (4/7).

Dijelaskan Alberto, 11 lokasi yang dikunjungi wisatawan tersebut adalah Kawasan Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, Museum Juang 45 dan MH Thamrin, Museum Prasasti, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Tekstil, Museum Bahari, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Monas serta Kepulauan Seribu.

Dari 11 lokasi wisata tersebut, lanjut Alberto, yang paling banyak dikunjungi adalah Kawasan Fatahillah dengan jumlah 228.486 pengunjung.   

"Total jumlah pengunjung itu belum ditambah Monas pada 2 Juli lalu. Tahun depan kita akan lebih berbenah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye969 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati