You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pembangunan Velodrome Masuki Tahap Pemasangan Atap
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Velodrome Rawamangun Mulai Dipasang Atap

Setelah rampung pengerjaan konstruksi beton,  pembangunan Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, kini masuk tahap pemasangan atap.

Kita sedang fokus pengerjaan atap serta finishing arsitektur dan mekanikal elektrikal di bagian bawah

Manager Proyek Velodrome, Iwan Takwin menjelaskan, proses desain pembangunan arena balap sepeda ini sudah 100 persen. Saat ini masuk tahap pembangunan (build).  

"Kalau build progresnya total sekitar 43 persen. Kita sedang fokus pengerjaan atap serta finishing arsitektur dan mekanikal elektrikal di bagian bawah," katanya, Selasa (11/7).

Progres Pengerjaan LRT dan Velodrome Diapresiasi Dewan

Menurut Iwan, pengerjaan kedua bagian dikerjakan secara paralel. Sehingga diharapkan pengerjaan atap itu bisa rampung Oktober mendatang.

Selanjutnya, pemasangan track dari kayu diharapkan bisa dilakukan antara Desember 2017 atau Januari 2018 mendatang.

"Pemasangan track kita lakukan setelah ruang dalamnya selesai dulu. Sebab kita menghindari pemuaian kayu," ujarnya.

Iwan optimis, pengerjaan bisa lebih cepat dari target lantaran progres saat ini sudah melampaui jadwal.

"Kontrak pengerjaannya hingga Juni 2018. Tapi kita menargetkan bisa rampung satu atau dua bulan lebih cepat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1172 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati