You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kader PKK Diminta Ikut Cegah Bullying
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Kader PKK Diminta Ikut Cegah Bullying

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, Happy Farida Hidayat meminta, kader PKK ikut mencegah terjadinya bullying, utamanya terhadap anak-anak.

Kita optimalkan kerja sama dengan psikolog untuk rutin memberikan pendampingan kepada keluarga dan anak-anak

Dikatakan Happy, TP PKK DKI Jakarta telah memiliki Kelompok Kerja (Pokja) 1 yakni, Pusat Informasi Konsultasi (PIK) Keluarga.

"Kita optimalkan kerja sama dengan psikolog untuk rutin memberikan pendampingan kepada keluarga dan anak-anak," ujar Happy, Selasa (24/7).

Jakpus Optimistis Juara Tertib Administrasi PKK Tingkat Nasional

Menurutnya, pendampingan ini bertujuan untuk mencegah bullying baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

"Kekerasan atau bullying di lingkungan pertemanan anak-anak bisa dipicu karena anak tersebut mengalami hal yang sama di internal keluarga," terangnya.

Ia menambahkan, pendampingan melalui program PIK (Pusat Informasi dan Konsultasi) Keluarga ini bisa mencegah sedini mungkin perilaku kekerasan berawal dari rumah atau keluarga.

"Kita ingin anak-anak mempunyai kehidupan yang baik dan nyaman di rumah. Sehingga, saat ada di luar rumah mereka tidak melakukan bullying kepada orang lain," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1175 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1088 personAnita Karyati
  3. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye1051 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye914 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye885 personAnita Karyati