You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lima Pasar Tradisional Disidak Petugas Gabungan
photo Nurito - Beritajakarta.id

Sudin KPKP Jaktim Pantau Dagangan Pangan di Lima Pasar

Puluhan petugas gabungan melakukan pengawasan dan pemantauan dagangan pangan di lima pasar yang ada di Jakarta Timur. Dengan langkah ini, diharapkan konsumen bisa terhindar dari pangan yang mengandung zat kimia.

Dari lima pasar tradisional yang kita sidak, hasilnya nihil. Tidak ditemukan adanya produk pangan berbahaya

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Agung Priambodo mengatakan, kelima pasar yang disidak hari ini adalah Pasar Perumnas Klender, Klender SS, Ciplak, Pondok Bambu dan Sawah Barat.

Walkot Jakpus Sidak Makanan di Pasar Senen

Petugas yang dilibatkan ada sekitar 75 personel dari unsur Sudin KPKP, Sudin Kesehatan, Sudin KUKMP, kelurahan, kecamatan, Satpol PP dan unit terkait lainnya.

"Dari lima pasar tradisional yang kita sidak, hasilnya nihil. Tidak ditemukan adanya produk pangan berbahaya," kata Agung, Selasa (25/7).

Dengan tidak adanya temuan produk pangan berbahaya, menunjukan bahwa pedagang mulai sadar akan bahaya penggunaan zat kimia dalam makanan.

Dalam sidak ini mengambil 294 sampel pangan yang dan diperiksa di laboratorium. "Kita akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara berkala," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6983 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5732 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4364 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2164 personFakhrizal Fakhri
  5. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2050 personDessy Suciati