You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Askesra Jaksel berpesan agar warga jaga lingkungan untuk cegah DBD
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

Pemkot Jaksel Ajak Warga Cegah Penyebaran DBD

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan, mengajak seluruh warga untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mencegah menyebarnya penyakit  Demam Berdarah Dengue (DBD).

Saya minta kerja bakti dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terus dilakukan agar kampung nyaman, bersih dan sehat

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Selatan, Ma'mur mengatakan, warga jangan mengandalkan petugas PPSU, karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. 

Kasus DBD di Jakpus Menurun Drastis

"Saya minta kerja bakti dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terus dilakukan agar kampung nyaman, bersih dan sehat," ujarnya, Jumat (4/8). 

Berdasarkan data  dari Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan, kasus DBD selama periode Januari - Juli 2017 tercatat ada 480 kasus. Jumlah ini menurun tajam dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 4.548 kasus.

Selama Januari - Juli 2017, kasus DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Pasar Minggu yaitu 83 kasus. Lalu Kebayoran Lama 69 kasus, Jagakarsa 60, Kebayoran Baru 51, Pesanggrahan 46 , Tebet 40 kasus, Setiabudi 39, Mampang Prapatan 33 kasus, Pancoran 32 kasus, dan Kecamatan Cilandak sebanyak 27 kasus.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6794 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5668 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2996 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2115 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1883 personAnita Karyati