You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Harga Kebutuhan Pokok di Jakbar Cenderung Stabil
photo Doc - Beritajakarta.id

Harga Komoditas Pangan di Jakbar Cenderung Stabil

Harga eceran sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Barat selama pekan kedua Agustus 2017, cenderung stabil. Bahkan, harga beras mengalami penurunan. 

Secara umum perkembangan harga eceran selama pekan kedua Agustus di pasar tradisional mengalami penurunan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan mengatakan, penurunan harga komoditas pangan karena stok yang mencukupi dan pasokan lancar. 

Dewan Dukung Kerja Sama DKI dengan Banten di Bidang Pangan

"Secara umum perkembangan harga eceran selama pekan kedua Agustus di pasar tradisional mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya," kata Fredy, Senin (28/8). 

Dikatakan Fredy, harga empat dari lima komoditas beras di antaranya IR I - III, Muncul I, IR 42 selama pekan kedua bulan Agustus 2017 mengalami penurunan antara Rp 50 hingga Rp 200 per kilogram. Sedangkan beras Setra di pasar tradisional mengalami kenaikan sekitar Rp 143 per kilogram.

"Sejumlah komoditi kebutuhan bahan pokok lainnya yang mengalami penurunan di antaranya cabai merah keriting, rawit merah dan hijau, bawang merah dan putih," ungkapnya. 

Sedangkan untuk harga daging sapi murni dan has (paha depan), lanut Fredy, cenderung stabil. "Harga ikan di pasaran mengalami penurunan karena stok di pedagang memadai," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1849 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1397 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1090 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1061 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye980 personAnita Karyati