You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
RPTRA Cililitan Gelar Berbagai Permainan Tradisional
photo Suparni - Beritajakarta.id

500 Anak Mainkan Permainan Tradisional di RPTRA Cililitan

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, hari ini diramaikan dengan kehadiran sekitar 500 anak dari berbagai wilayah setempat.

permainan tradisional bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih baik

Ratusan anak tersebut memainkan beragam permainan tradisional yang digelar pengelola RPTRA untuk memperingati Hari Anak Sedunia yang diperingati pada 20 November.

"Kami sangat mendukung acara ini. Karena permainan tradisional bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih baik," ujar Bambang Musyawardana, Wali Kota Jakarta Timur di lokasi, Minggu (26/11).

150 Sanggar Sudah Terdaftar di Lembaga Kebudayaan Betawi

Sementara itu, Lurah Cililitan, Alamsyah berharap, kegiatan seperti ini dapat digelar rutin setiap akhir pekan di seluruh RPTRA yang ada di wilayahnya.

"Anak-anak yang selama ini hanya mengenal games di gadget sangat antusias bermain permainan tradisional," tandasnya.

Pantauan beritajakarta.id, permainan tradisional yang dimainkan anak-anak di RPTRA Cilitan di antaranya balap karung, congklak, egrang, gasing, angklung hingga seruling.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan acara pentas seni tradisional, serta lomba mewarnai bagi murid PAUD dan TK.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11047 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1333 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1257 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1251 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye973 personBudhi Firmansyah Surapati