You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kegiatan ini  bertujuan untuk melakukan Pemeliharaan Saluran, yang berfungsi memaksimalkan kapasitas
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pedagang Unggas di Marunda akan Direlokasi ke RPHU Rorotan

Pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Rorotan, Marunda, Jakarta Utara kini telah rampung. Rencananya pekan depan sebanyak 41 pedagang unggas bebek Marunda, akan direlokasi ke tempat tersebut.

Relokasi pedagang unggas dilakukan karena lokasi jualan mereka di tepi jalan raya dan banyak diprotes warga

Kepala Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Rita Nirmala mengatakan, pembangunan RPHU Rorotan ini dilakukan oleh Dinas KPKP DKI. Keberadaannya untuk relokasi pedagang unggas yang ada di lahan milik KBN Marunda di Jalan Raya Akses Marunda.

"Pembangunan gedung RPHU Rorotan sudah selesai. Rencananya minggu depan pedagang unggas di Marunda kita relokasi," kata Rita Nirmala, Jumat (19/1).

41 Pedagang Bebek di Marunda Segera Direlokasi ke RPHU Rorotan

Dikatakan Rita, pembangunan RPHU Rorotan ini di atas lahan seluas 4.557 meter persegi. Anggaran pembangunan sekitar Rp 10,7 miliar. Di tempat ini ada 34 penampungan unggas hidup, dengan ukuran masing-masing sembilan meter persegi. Diperkirakan nantinya bisa menampung 200 ekor unggas.

Selain itu ada enam tempat pemotongan manual dan satu pemotongan semi otomatis, bangunan juga dilengkapi food court, toilet umum dan kantor.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

    access_time17-06-2026 remove_red_eye5345 personNurito
  2. Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

    access_time14-06-2026 remove_red_eye1451 personFolmer
  3. TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

    access_time16-06-2026 remove_red_eye1394 personTiyo Surya Sakti
  4. Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

    access_time13-06-2026 remove_red_eye1380 personTiyo Surya Sakti
  5. Penumpang dan Awak KM Sumber Makmur Berhasil Dievakuasi

    access_time13-06-2026 remove_red_eye962 personAnita Karyati