You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penghuni Rusun Tipar Cakung Ditertibkan
photo Nurito - Beritajakarta.id

Penghuni Rusun Tipar Cakung Ditertibkan

Penertiban penghuni rumah susun (rusun), kembali dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Setelah melakukan penertiban ratusan penghuni di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (8/10) kemarin, penertiban hari ini kembali digelar di Rusun Tipar Cakung, Cakung, Jakarta Timur. Dalam penertiban tersebut, sempat diwarnai kericuhan. Seorang penghuni di blok Meranti lantai 5 unit 505, menolak ditertibkan hingga cekcok mulut dengan petugas lantaran mengaku telah membayar retribusi bulanan. Namun karena diketahui telah menunggak 40 bulan, unit yang ditempatinya pun disegel petugas.

Ada 44 unit yang kita tertibkan hari ini. Kesalahannya karena mereka ada yang menunggak dan tidak sesuai dengan SP (surat perjanjian)

"Kenapa rusun kami mau disegel? Kami sudah membayar iuran bulanan. Ini buktinya, pembayaran bulan September 2014," ujar seorang penghuni wanita berusia 40 tahun tersebut sambil menunjukkan kwitansi pembayaran, Kamis (9/10).

Namun, kemudian petugas juga menunjukkan bukti jika rusun atas nama Alfredo ini telah menunggak 40 bulan. Sehingga harus disegel. Padahal, biaya retribusi di lantai 5 cukup murah, hanya Rp 90 ribu per bulan. Petugas pun langsung mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam unit dan menyegel bagian dinding depan rusun tersebut.

10 Penghuni Tinggalkan Rusun Cakung Barat

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Rusun Wilayah 3 Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Sayid Ali mengatakan, hasil razia hari ini ada 44 unit rusun yang disegel di Jakarta Timur. Ke-44 unit itu tersebar di sejumlah rusun dan total nilai tunggakannya mencapai Rp 2,3 miliar. Penyegelan dilakukan karena penghuninya enggan membayar retribusi bulanan. Bahkan, di antara mereka ada yang menunggak hingga 80 bulan.

"Ada 44 unit yang kita tertibkan hari ini. Kesalahannya karena mereka ada yang menunggak dan tidak sesuai dengan SP (surat perjanjian). Di mana mereka over alih dan diperjualbelikan atau dikontrakan ke pihak ketiga," jelas Sayid Ali.

Pihaknya mengaku sudah memanggil dan meminta surat pernyataan dari 44 penghuni rusun tersebut. Kemudian para pemilik diminta untuk membayar 20 persen dari jumlah tunggakan. Sayangnya mereka tetap membandel hingga akhirnya pihaknya mengambil tindakan tegas.

Menurutnya, biaya sewa rusun di Tipar Cakung bagi warga relokasi sangat murah. Yakni untuk lantai 1 Rp 110 ribu dan lantai 5 Rp 90 ribu per bulan. Namun, untuk warga umum tarif per bulannya rata-rata Rp 345 ribu.

Ke depan pihaknya akan terus menertibkan rusun yang masih menunggak. Di antaranya adalah Rusun Cipinang Besar Selatan sebanyak 15 unit, Cipinang Muara 26 unit, Pulogebang 2 unit dan Rusun Pinus elok 30 unit. Seluruhnya akan ditertibkan secara bertahap.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11258 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye7495 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6744 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3591 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1689 personFolmer