You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
155 Kendaraan Terjaring Razia Petugas Gabungan di depan KIP
photo Nurito - Beritajakarta.id

155 Kendaraan Terjaring Razia di Jalan Raya Bekasi

Sebanyak 155 kendaraan terjaring razia petugas gabungan yang dilakukan di Jalan Raya Bekasi, tepatnya depan pintu masuk Kawasan Industri Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Senin (5/3).

Kita tindak lanjuti laporan masyarakat dan ternyata benar

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, razia dilakukan di kawasan tersebut karena banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan banyaknya angkot mangkal sehingga memicu kemacetan lalu lintas.

"Kita tindak lanjuti laporan masyarakat dan ternyata benar. Banyak angkot mangkal dan sepeda motor berjalan melawan arah. Kita lakukan razia gabungan di lokasi tersebut," ujar Slamet Dahlan.

Februari, Retribusi Derek di Jaksel Capai Rp 163,5 juta

Menurutnya, rincian kendaraan yang terjaring yakni 30 kendaraan ditilang petugas Sudinhub Jakarta Timur. Kemudian 50 kendaraan ditilang polisi, 17 kendaraan diderek, dan 11 kendaraan setop operasi. Selain itu 37 sepeda motor dan 10 mobil dicabut pentilnya lantaran parkir di trotoar dan bahu jalan.

"Satu di antara 11 kendaraan yang disetop operasi adalah bus AKAP jurusan Jakarta-Cirebon. Bus kedapatan melintas di lokasi dan kita lakukan pengejaran sampai ke Pulomas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1206 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1197 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye961 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye865 personBudhi Firmansyah Surapati