You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kena Polusi, Emas Puncak Monas Pudar
photo Wahyu Ginanjar Ramadhan - Beritajakarta.id

Kena Polusi, Emas Puncak Monas Pudar

Lantaran tercemar asap dari knalpot kendaraan, lidah api di puncak Monumen Nasional atau Monas yang dilapisi emas 22 karat kondisinya kini memudar. Selain terkena polusi, pudarnya emas lidah api di puncak Monas itu juga karena tidak pernah dibersihkan.

Secara fisik, sudah ada pemudaran warna. Pasti sudah ada penurunan kadar emasnya

Ahli Konservasi Benda Cagar Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Hubertus Sabirin mengatakan, turunnya kadar emas di puncak Monas disebabkan kandungan karbon monoksida dari polusi udara asap knalpot kendaraan di ibu kota. Kandungan tersebut menimbulkan korosi di seluruh bagian permukaan besi yang dibalut lapisan emas hingga membuatnya pudar.

"Sekarang ini, kalau kita oleskan tangan ke emas puncak Monas, tangan kita pasti hitam sekali karena benda itu selama ini tidak pernah dibersihkan," ujar Hubertus, Jumat (24/10).

Manajemen Keamanan Monas Akan Dirombak

Dikatakan Hubertus, meski sampai detik ini belum ada penelitian yang menghitung jumlah penurunan kadar emas di puncak Monas, namun hal itu bisa dilihat secara kasat mata. Di mana, visualisasi lidah api di atas puncak monumen tersebut telah mengalami perubahan warna.

"Secara fisik, sudah ada pemudaran warna. Pasti sudah ada penurunan kadar emasnya," ujarnya.

Huber mengutarakan, kondisi penurunan kadar emas di puncak Monas ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebaliknya, harus segera mungkin dilindungi dengan cara membersihkan karat yang menempel dan menambal lapisan emas.

Kepala Unit Pengelola (UP) Kawasan Monas, Rini Hariyani mengakui jika kondisi lidah api di puncak Monas telah pudar karena belum pernah dibersihkan sejak pertama kali dibangun. Karena itu, bukan tidak mungkin jika kadar lapisan emas di lidah api monumen ini, mengalami penurunan.

"Emas yang kita pakai ditangan aja lambat laun bisa makin tipis, ya sama lah dengan itu (emas Monas -red)," katanya.

Rini juga mengatakan tidak bisa berbuat banyak mengatasi masalah pudarnya lidah api di puncak Monas akibat korosi yang menempel di lapisan emas. Sebab, selain tidak memiliki anggaran, tindakan pembersihan dibutuhkan para ahli yang khusus membersihkan lapisan emas.

"Paling nggak harus libatkan ahli bidang emas, supaya saat di bersihkan, emasnya bukan malah luntur," tuturnya.

Ia menambahkan, masalah penurunan kadar emas di puncak Monas perlu ditelisik melalui penelitian ilmiah dengan membentuk tim kajian.

"Saya juga berharap, Pemprov DKI membentuk tim untuk mengkaji kemungkinan lunturnya emas itu," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1317 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1235 personAnita Karyati
  3. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1077 personTiyo Surya Sakti
  5. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1071 personAldi Geri Lumban Tobing