You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sidak, Empat Pasar Tradisional di Jakpus Aman Pangan Berbahaya
photo Suparni - Beritajakarta.id

Sudin KPKP Jakpus Periksa Produk Pangan di Empat Pasar

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat kembali melakukan pemeriksaan dan pengawasan pasar tradisional dan supermarket. Ada ratusan sampel pangan dari tiga komoditi yang diperiksa kandungannya dari empat lokasi.

Ada 261 sampel dari tiga komoditas yang kita uji lab. Hasilnya aman, tidak ditemukan adanya kandungan zar berbahaya

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Bayu Sari Hastuti mengatakan, lokasi pengambilan sampel berada di Blok III dan Blok IV Pasar Senen, Pasar Cikini Ampiun, Pasar Gondangdia dan satu supermarket di daerah Menteng.

"Ada 261 sampel dari tiga komoditas yang kita uji lab. Hasilnya aman, tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya," ujar Bayu, Kamis (31/5).

Cegah Produk Berbahaya, Pasar di Jakpus Disidak

Menurutnya, 261 tersebut meliputi 116 sampel komoditas pertanian, 112 sampel komoditas perikanan dan 33 sampel komoditas peternakan. "Semoga ini bisa bertahan hingga lebaran nanti. Mengingat kebutuhan bahan makanan menjelang lebaran cukup tinggi," katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam membeli pangan asal hewan (PAH) melihat kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), sehingga tidak bermasalah bagi kesehatan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5369 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1867 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1818 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1794 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1606 personAnita Karyati