You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 302 Kuda Lokal Dipasangi Microchip Jelang Asian Games
photo Oki Akbar - Beritajakarta.id

302 Kuda Lokal Dipasangi Microchip Jelang Asian Games

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memasang microchip ke dalam tubuh 302 ekor kuda lokal yang ada di Ibukota.

Kita juga telah mengambil sampel darah sebanyak tiga kali

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit hewan terhadap kuda-kuda yang akan digunakan atlet Asian Games di Equestrian, Pulo Mas.

"Kita juga telah mengambil sampel darah sebanyak tiga kali. Jadi kita cek persoalan penyakitnya apa, lalu kita kendalikan, penanganannya seperti apa," ujar Sri Hartati, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP DKI Jakarta, Kamis (5/7).

Logo Asian Games Hiasi Tembok Rumah Warga Jagakarsa

Sri mengatakan, pemasangan microchip ini telah dilakukan sejak setahun yang lalu. Selain untuk kesehatan, pemasangan microchip sekaligus dilakukan untuk mendata jumlah kuda yang ada di Jakarta.

"Setelah kita data ada 302 ekor yang telah kami tanami microchip.  Mayoritas dari kuda delman," ungkapnya.

Menurut Sri, sejauh ini, pihaknya telah melakukan sterilisasi venue Equestrian menjadi tiga zona. Masing-masing core zone, surveillance zone dan protection zone.

"Jadi kita ingin kawasan Equestrian di Pulomas ini bersih seperti kertas putih. Karena itu aturannya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye10646 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1323 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1245 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1231 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye965 personBudhi Firmansyah Surapati